Quote of The Day:
- If you're a singer you lose your voice. A baseball player loses his arm. A writer gets more knowledge, and if he's good, the older he gets, the better he writes.
Mickey Spillane
Yogyakarta
Artist: Kla Project
Album: Dekade
Album: Dekade
Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja
Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera, orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu
(Walau kini kau t'lah tiada tak kembali) Oh...
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
(Izinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi)
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Oh... Tak terobati
Musisi jalanan mulai beraksi, oh...
Merintih sendiri, di tengah deru, hey...
Walau kini kau t'lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi (untuk s'lalu pulang lagi)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati, oh...
(Walau kini kau t'lah tiada tak kembali) Tak kembali...
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi) Namun kotamu hadirkan senyummu yang, yang abadi
(Izinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi) Izinkanlah untuk s'lalu, selalu pulang lagi
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Bila hati mulai sepi tanpa terobati
Walau kini engkau telah tiada (tak kembali) tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu (abadi)
Senyummu abadi, abadi...
Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja
Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera, orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu
(Walau kini kau t'lah tiada tak kembali) Oh...
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
(Izinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi)
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Oh... Tak terobati
Musisi jalanan mulai beraksi, oh...
Merintih sendiri, di tengah deru, hey...
Walau kini kau t'lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi (untuk s'lalu pulang lagi)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati, oh...
(Walau kini kau t'lah tiada tak kembali) Tak kembali...
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi) Namun kotamu hadirkan senyummu yang, yang abadi
(Izinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi) Izinkanlah untuk s'lalu, selalu pulang lagi
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Bila hati mulai sepi tanpa terobati
Walau kini engkau telah tiada (tak kembali) tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu (abadi)
Senyummu abadi, abadi...



